29 Maret 2010

Perbedaan Ekonomi Syariah dan Kapitalisme

Banyak perbedaannya antara Sistem Ekonomi Syariah dan Ekonomi Kapiltalisme. Salah satunya adalah dari prinsipnya.
Hampir di semua buku-buku SMA, menyatakan bahwa prinsip ekonomi yang dikemukakan adalah “mendapatkan untuk yang sebesar-besarnya dengan biaya sekecil-kecilnya”. Prinsip tersebut dikemukakan oleh tokoh-tokoh klasik, diantaranya Adam Smith dan David Ricardo. Selain itu mereka menyatakan bahwa perekonomian akan berkembang apabila dibiarkan begitu saja, dalam artian tidak ada keikut campurtangan pihak ketiga (pemerintah), perekonomian diserahkan seluruhnya kepada pasar, pemerintah hanya dapat mengawasi. Sementara ekonomi syariah berbeda, prinsip ekonomi syariah menyatakan bahwa “mendapatkan keuntungan yang tertentu dengan biaya tertentu”. Analoginya seperti ini, seorang pedagang yang menjual es cendol satu grebok, tidak mungkin ia jual dengan harga yang setara dengan harga sebuah mobil, alasannya karena dia ingin mendapatkan untung yang besar, paling tidak dia akan berpikir, bagaimana ia akan menjual es cendol tersebut supaya ia dapat kembali membeli satu gerobak es cendol lagi untuk ia jual.
Hal tersebut membuktikan bahwa sitstem ekonomi syariah berbeda dengan system ekonomi kapitalisme. Bukti lain menunjukan bahwa sistem ekonomi kapitalisme salah, yaitu terjadinya “The Great Depression” yang terjadi pada tahun 1929. Pengangguran besar-besararan di mana-mana, itu disebabkan oleh system ekonomi kapitalisme, dengan asumsinya “perekonomian akan berkembang apabila diserahkan kepada pasar, tanpa ikut campurtangan pemerintah”, dan kenyataannya asumsi tersebut salah. Ekonomi syariah juga menyarankan kepada setiap pelaku ekonomi untuk menunaikan zakat, dengan zakat diharapkan tidak ada timpang tindih antara si kaya dan si miskin. Berbeda dengan ekonomi kapitalisme, yang menimbun harta sebanyak-banyaknya, dengan modal yang besar, tanpa memperhatikan para pelaku ekonomi yang lain.
Posting Komentar