26 November 2010

Kewirausahaan


Inti dan Hakikat Kewirausahaan
Kewirausahaan (entrepreneurship) adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Inti kewirausahaan menurut Drucker (1959) adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda melalui pemikiran kreatif dan tindakan inovatif demi terciptanya peluang. Jadi, kewirausahaan merupakan suatu kemampuan dalam mencipatakan nilai tambahan di pasar melalui proses pengelolaan sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda, seperti:
1.    Pengembangan tekhnologi
2.    Penemuan pengetahuan ilmiah
3.    Perbaikan produk barang dan jasa yang ada
4.    Menemukan cara-cara baru untuk mendapatkan produk yang lebih banyak dengan sumber daya yang lebih efisien.
Kreativitas : kemampuan mengembangkan ide dan cara-cara baru dalam memecahkan masalah dan menemukan peluang.
Inovasi : kemampuan menerapkan kreativitas dalam rangka memecahkan masalah dan menemukan peluang.
Sukses kewirausahaan akan tercapai apabila seseorang berfikir dan melakukan sesuatu yang baru atau sesuatu yang lama dengan cara-cara baru (Zimmerer, 1996:51)
Proses Kewirausahaan
Proses kewirausahaan diawali dengan suatu aksomia, yaitu adanya tantangan. Dari tangtangan tersebut timbul gagasan, kemauan, dan dorongan untuk berinisiatif yang tidak lain adalah berfikir kreatif dan bertindak inovatif, sehingga tangtangan awal tadi terasa dan terpecahkan. Tidak ada tangtangan tidak akan kreatif, dan tidak kreatif tidak akan ada tangtangan. Semua tangtangan pasti memiliki risiko, yaitu kemungkinan berhasil atau tidak berhasil. Oleh sebab itu, wirausaha adalah orang yang berani menghadapi risiko dan menyukai tantangan. Tahap proses penciptaan sesuatu yang baru dan berbeda itulah yang disebut tahap kewirausahaan.
Fungsi dan Peran Kewirausahaan
Secara mikro, wirausaha memiliki dua peran, yaitu sebagai penemu dan perencana. Sebagai penemu wirausaha menemukan dan menciptakan sesuatu yang baru, seperti produk, tekhnologi, cara, ide, organisasi dan sebagainya. Sebagai perencana, wirausaha berperan merancang tindakan dan usaha baru, merencanakan strategi usaha yang baru.
Secara makro, peran wirausaha adalam menciptakan kemakmuran, pemerataan kekayaan dan kesempatan kerja yang berfungsi sebagai mesin pertumbuhan pereknomian suatu Negara.
Modal Kewirausahaan
Dalam kewirausahaan, modal tidak selalu identik dengan modal yang berwujud seperti uang dan barang, tetapi intelektujuga modal yang tidak berwujud seperti modal intelektual, modal social, modal moral dan modal mental yang dilandasi agama. Secara garis besar, modal kewiraushaan dapat dibagi kedalam empat jenis, yaitu modal intelektual, modal social dan moral, modal mental serta modal material.
Posting Komentar