17 November 2010

Ternyata Onani Ada Manfaat dan Dampaknya Juga


Agan-agan pastinya tau Onani, yuppp, onani atau lebih ilmiah disebut masturbasi ini adalah usaha untuk mendapatkan kepuasan seksual dengan cara swa-stimulasi [self-stimulation]. Masturbasi juga disebut dengan istilah onani, sexual self-stimulation.
Intinya, usaha yang dilakukan diri sendiri untuk mendapatkan kepuasan seksual, apakah ini normal? saya bukan dokter ahli seks. Tanyakan pada diri sendiri, apakah seseorang melakukan onani itu perilaku normal. Saya juga tidak tahu, toh belum merasakan. :)

Berikut manfaat Onani yang dilakukan pria,yang saya kutip dari sini,

New Scientist menyebutkan bahwa laki-laki yang teratur melakukan
masturbasi berisiko lebih kecil mengidap penyakit kanker
prostat.Menurut penjelasan para peneliti dari Cancer Council Victoria
Melbourne, Australia, yang menggagas riset ini, senyawa kimia penyebab
kanker (zat karsinogen) akan tertimbun dalam prostat jika laki-laki
tidak melakukan ejakulasi atau mengeluarkan cairan sperma secara
teratur. Mereka juga menekankan, ML belum tentu akan memberikan efek
perlindungan yang sama, karena ada kemungkinan terjadinya penularan
atau infeksi penyakit seksual, yang justru dapat meningkatkan risiko
terkena kanker.
Dalam risetnya, peneliti melibatkan sebanyak 1.000
laki-laki yang mengidap kanker prostat, serta 1.250 laki-laki lainnya.
Peneliti menemukan fakta bahwa mereka yang sering ejakulasi antara usia
20-50 tercatat paling rendah kemungkinan mengalami kanker.
Dampak
atau efek proteksi terbesar, menurut peneliti, bisa didapat ketika
laki-laki berusia 20-an. Riset itu juga menyebutkan, laki-laki yang
melakukan ejakulasi lebih dari lima kali sepekan mendapat penurunan
risiko hingga sepertiga kali mengidap kanker prostat di masa usia
lanjut.
Riset sebelumnya pernah mengungkapkan bahwa tingginya
frekuensi hubungan seks di antara pasangan atau tingginya aktivitas
seksual dapat meningkatkan risiko mengidap kanker prostat hingga 40%.
Namun begitu, peneliti Australia yang melakukan riset terbaru ini
mengindikasikan bahwa penelitian sebelumnya tidak menganalisa dampak
perlindungan dari aktivitas ejakulasi, karena terlalu fokus pada
hubunngan seks yang berkaitan dengan risiko penyakit menular seksual.
Seorang peneliti, Graham Giles, mengindikasikan bahwa aktivitas
ejakulasi dapat mencegah penimbunan zat karsinogen dalam kelenjar
prostat. Prostat merupakan kelenjar yang menghasilkan cairan untuk
semen ketika ejakulasi yang mengaktifkan sperma dan mencegah keduanya
bercampur.
Cairan ini mengandung berbagai jenis zat yang mengandung
potasium, seng, fruktosa, dan asam sitrat dengan konsentrasi tinggi
yang dialirkan dari pembuluh darah.
Menurut Giles, dengan minimnya ejakulasi akan membuat zat-zat karsinogen ini menumpuk atau tertimbun dalam prostat.

So, apakah harus kita melakukan onani, hahaha...terserah agan-agan itu mah.

tapi, ada dampaknya juga loh. berikut penjelasannya yang dikutip dari situs ini.

1. Melemahkan alat kelamin sebagai sarana untuk berhubungan seksual, serta sedikit demi sedikit alat tersebut akan semakin melemah [lemas | loyo].

2. Akan membuat urat-2 tubuh semakin lemah, akibat kerja keras dalam beronani demi untuk mengeluarkan air maninya.

3. Sangat mempengaruhi perkembangan alat vital, dan mungkin gak akan tumbuh seperti yang lazimnya.

4. Alat vital tersebut akan menbengkak, sehingga sang pelaku menjadi mudah mengeluarkan air maninya.

5. Meninggalkan rasa sakit pada sendi tulang punggung, di mana air mani keluar darinya. Dan akibat dari sakitnya itu, punggung akan menjadi bungkuk.

6. Menyebabkan anggota badan sering merasa gemetaran, seperti di bagian kaki. dsb.

7. Onani bisa menyebabkan kelenjar otak menjadi lemah, sehingga daya berpikir menjadi semakin berkurang, daya taham menurun, dan daya ingat juga melemah.

8. Penglihatan semakin berkurang ketajamannya, karena mata tidak lagi normal seperti semula.

9. Masturbasi/onani juga dapat menyebabkan pria ejakulasi dini.

Tuh kan gan, dampaknya cukup berisiko juga :D

Saya hanya berbagi informasi, selebihnya terserah agan-agan. Mau dilanjut kegiatan onani ini, atau menguranginya.

Nah, ini beberapa tips bagi agan-agan yang ingin secara lahan-perlahan berhenti Onani, yang saya kutip dari sini :)

1. Awali dengan berdoa, memohon dan bertaubat kepada Allah, untuk berhenti dari onani selamanya.

2. Harus memiliki tekad, kemauan, dan motivasi yang kuat dari diri sendiri.

3. Terapkan sistem “reward and punishment” yang tegas dan disiplin untuk diri sendiri. Misalnya: jika satu hari saya tidak beronani, maka saya akan “menghadiahi diri sendiri” dengan membeli es krim yang lezat atau berjalan-jalan ke pantai. Jika saya beronani satu kali saja, saya harus “menghukum diri sendiri” dengan membaca satu buku tentnag ilmu pengetahuan.

4. Katakan TIDAK pada ONANI dan SEX sebelum MENIKAH!!!

5. Hendaknya tidak sering menyendiri, melamun, atau menonton film yang “membangkitkan gairah”.

6. Bergaullah dengan orang-orang yang alim, cerdas, sholeh, beriman, bertakwa. Hindarilah lingkungan pergaulan yang membawa Anda menuju “lembah maksiat” atau “dunia hitam”.

7. Perbanyaklah beribadah sesuai dengan agama dan keyakinan Anda. Jika Anda beragama Islam, maka seringlah berpuasa sunah, sholat berjamaah, sholat malam, berzikir, membaca Alquran, dsb.

8. Jika Anda “hobi beronani”, berhati-hatilah atau waspadalah dengan kanker prostat! Sebab, hasil riset yang dilakukan oleh Universitas Nottingham Inggris, menyatakan bahwa pria berusia antara 20-30 tahun yang “gemar beronani” memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena kanker prostat. Juga, Sebanyak 34% atau 146 dari 431 orang yang terkena kanker prostat sering melakukan onani mulai usia 20 tahun. Sekadar tambahan, kanker prostat adalah penyakit kanker yang berkembang di kelenjar prostat, disebabkan karena sel prostat bermutasi dan mulai berkembang di luar kendali.

9. Sibukkanlah diri Anda dengan hal-hal yang positif dan bermanfaat, misalnya: berolahraga, pecinta alam, membaca buku, menulis, bernyanyi, memasak, berkebun, dsb.

10. Ingatlah bahwa hukum onani adalah haram, dan onani itu merupakan “zina tangan”.

11. Hindari bergaul dengan teman atau sahabat yang juga “hobi beronani”. Sebab seseorang itu dapat dinilai; salah satunya dengan siapa (saja) ia bergaul.

12. Mandilah secepat mungkin. Hindari untuk berlama-lama di kamar mandi.

13. Hindari melihat tontonan, tayangan, gambar, video, yang “syur”, “aduhai”, atau porno, baik di internet, televisi, VCD, DVD, dsb. Hindari juga “bacaan dewasa”, “kisah panas”, atau “bumbu-bumbu seksual”, kecuali Anda sudah menikah dan akan melakukan hubungan seks.

14. Perbanyak aktivitas fisik, terutama jika sedang stres atau diri Anda sedang dalam keadaan tertekan.

15. Lakukan semua hal, aktivitas, atau kegiatan yang Anda sukai, sepanjang tidak melanggar aturan agama dan norma.

16. Temukan, kembangkan, dan salurkan semua bakat, hobi, dan kreativitas Anda semaksimal mungkin.

17. Sadarilah bahwa onani hanya akan menghabiskan energi dan waktu Anda yang sebenarnya dapat Anda gunakan untuk melakukan hal-hal lainnya yang bermanfaat.

Tuh agan, bismillah dulu, supaya diberi kelancaran.
Okeh, saya hanya berbagi dari yang apa saya dapatkan. Selebihnya terserah agan-agan.
Terima kasih.
Posting Komentar