11 Desember 2010

Sejarah Erasmus Darwin



     Mereka yang secara umum dianggap sebagai pendiri teori evolusi adalah ahli biologi Prancis Jean Lamarc dan ahli biologi Inggris Charles Darwin. Menurut kisah klasik, Lamarc pertama kali mengajukan teori evolusi, namun ia melakukan kesalahan dengan melandaskannya pada pewarisan sifat-sifat yang dibutuhkan. Di kemudian hari, Darwin mengajukan teori kedua yang berlandaskan pada ahli teori yang berperan penting dalam asal usul teori evolusi, yakni kakeknya sendiri, Erasmus Darwin.


Erasmus Darwin dan Lamarc sama-sama hidup di abad kedelapan belas. Sebagai seorang ahli ilmu fisika, ahli ilmu jiwa, dan penyair, ia diakui sebagai seorang yang memiliki otoritas. Penulis biografinya, Desmond King-Hele bahkan menyebutnya orang Inggris terbesar di abad kedelapan belas. Namun Erasmus Darwin memunyai kehidupan pribadi yang sangat gelap. 
Erasmus Darwin utamanya dicatat sebagai salah satu naturalis paling terkemuka di Inggris. Sebagaimana disebutkan di bagian awal, naturalisme adalah pandangan yang tidak menerima bahwa Tuhanlah yang menciptakan makhluk hidup. Sesungguhnya, pandangan ini, yang dekat dengan materialisme, adalah titik tolak dari teori evolusi Erasmus Darwin.
Pada tahun 1780-an dan 90-an, Erasmus Darwin mengembangkan kerangka dasar teori evolusi, yang menyebutkan bahwa semua makhluk hidup berasal dari satu nenek moyang tunggal secara kebetulan dan mengikuti hukum-hukum alam. Ia melakukan risetnya di sebuah taman botani seluas delapan akre yang telah ia siapkan, dan berusaha membuktikan idenya. Dia menjelaskan teorinya pada dua bukunya, Temple of Nature (Kuil Alam) dan Zoonomia. Lebih jauh lagi, pada tahun 1784 ia mendirikan sebuah komunitas untuk menyebarkan gagasannya, yang dikenal sebagai Masyarakat Filosofis.
Bertahun-tahun kemudian, Charles Darwin mewarisi gagasan-gagasan kakeknya dan kerangka dasar dari pengajuannya tentang teori evolusi. Teori evolusi Charles Darwin dikembangkan dari struktur yang dikembangkan kakeknya, sementara Masyarakat Filosofis menjadi salah satu pendukung teorinya yang terbesar dan paling bersemangat. 
Singkatnya, Erasmus Darwin adalah pelopor sebenarnya dari teori yang kita kenal sebagai teori evolusi yang telah dipropagandakan di seluruh penjuru dunia selama 150 tahun terakhir.
Dari mana Erasmus Darwin mendapatkan gagasan tentang evolusi? Dari mana minatnya akan subjek ini datang?
Setelah pencarian saksama akan jawaban pertanyaan ini, kami menemukan fakta penting bahwa Erasmus Darwin adalah seorang Mason. Namun, ia pun bukan sekadar Mason biasa, ia adalah salah seorang Imam tertinggi di organisasi ini.
Ia adalah Imam dari loge Canongate yang terkenal di Edinburg, Skotlandia. Lebih jauh lagi, ia memiliki hubungan erat dengan kaum Mason Jacobin yang menjadi pengorganisir revolusi di Prancis saat itu, dan dengan ‘Illuminati’, yang tujuan utamanya adalah membantu pengembangan kebencian terhadap agama. Artinya, Erasmus Darwin adalah nama penting dalam organisasi-organisasi antiagama di Masonik Eropa.
Erasmus mendidik anaknya Robert (ayah Charles Darwin), yang juga menjadi anggota loge Masonik. Oleh karena itu, Charles Darwin menerima pewarisan ajaran Masonik dari ayah dan kakeknya.
Erasmus Darwin berharap anaknya Robert mengembangkan dan menerbitkan teorinya, namun ternyata cucunya Charles yang meneruskan kegiatan tersebut. Walaupun baru setelah beberapa lama, karya Erasmus Darwin, Temple of Nature akhirnya direvisi oleh Charles Darwin. Pandangan-pandangan Darwin tidak memiliki bobot teori ilmiah; namun lebih berupa ungkapan doktrin naturalis yang memandang alam memiliki daya penciptaan.
Sumber : Ancaman Global Freemansory Karya Harun Yahya
Posting Komentar