13 Februari 2011

Antara Hari Valentine dan Maulid Nabi

Jah, lagi-lagi valentine, sana sini pasti ngomongnya valentine. Asal tahu saja popularitas perbincangan Valentine itu nomor satu di bulan Februari, di Negara manapun. Tapi saya menulis ini bukan untuk membahas atau menceritakan Valentine, gak ada gunanya menurut saya pribadi. Anak Sekolah Mengenah Pertama juga sudah tahu apa itu valentine. Apa lagi anak muda zaman sekarang.
Hari valentine di tahun 2011 ini tepat sehari sebelum peringatan hari Maulid Nabi Muhammad SAW. Saya bertanya kepada salah seorang sobat saya, anda seorang muslim? Jelaslah, saya seorang muslim, jawabnya. Tahu apa tentang Maulid Nabi?. Dia bengong, Lah memang kapan peringatan Maulid Nabi, jawabnya. Beuhh jawab saya sambil menepuk kening kepala.
Itu salah satu bukti, bahwa populiritas Valentine menduduki nomor satu. Orang muslim sendiri kurang apresiasi terhadap peringatan Maulid Nabi.
Saya berbicara seperti ini bukan berarti saya lebih baik daripada dia sebagai seorang muslim, ini hanya cerita saya mengenai fenomena disekeliling saya.
Valentine, saya sendiri tidak tahu apa itu Valentine, menurut orang lain yang saya baca dari artikel blog "mereka", valentine adalah hari kasih sayang, menyampaikan ungkapan rasa sayang kepada seseorang. Apakah benar? Saya gak tahu. Yang pasti saya mengungkapkan rasa kasih sayang saya dilakukan setiap hari, kepada Ibu paling utama.
Saya mendapat satu referensi Hadist:
"Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu"
Yang saya tahu, Valentine itu ada dan direkayasa oleh orang Barat, memang orang barat tidak semuanya Non-Muslim, tapi orang barat yang merayakan Valentine adalah Non-Muslim. 
Dari mana saya tahu seperti itu, silahkan anda cari di Google, dan tanyakan kepada orang yang sejarah.
Yang saya tahu seperti ini, Valentine sebenarnya adalah seorang martyr (dalam Islam disebut 'Syuhada') yang karena kesalahan dan bersifat 'dermawan' maka dia diberi gelaran Saint atau Santo.

Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya dengan penguasa Romawi pada waktu itu yaitu Raja Claudius II (268 - 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cobaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai 'upacara keagamaan'. Selebihnya silahkan baca disini.

Dan banyak sumber lain yang mengatakan memang seperti itu. Apakah benar pendapat saya ini, saya tidak tahu pasti, apalah arti tulisan saya ini.

Sekarang saya berbicara Peringatan Maulid Nabi.
Apa itu maulid Nabi?. Sudah pasti saya akan menjawab, silahkan cari di Google. Karena apa yang saya tulis disini tidak sepenuhnya benar dan hanya pendapat dan pengalaman pribadi saya.
Pentingkah kita sebagai umat muslim memperingati Maulid Nabi?. Jawabannya ada pada diri kita, siapa lagi kalau bukan umat muslim yang memperingati? Kristen kah?.
Sedikit yang saya tahu mengenai sejarah Maulid Nabi.
Maulid Nabi Muhammad SAW adalah peringatan hari kelahiran Nabi, yang jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriah. Saya tidak tahu pasti, kapan, bagaimana dan darimana mulanya sehingga ada peringatan Maulid Nabi.
Mengapa harus diperingati?. Seperti halnya kita mencintai seseorang, harus selalu kita ingat kepadanya, apabila tidak, mungkin rasa cinta kita akan luntur. Terkadang sebagai manusia, kita lupa akan seseorang yang dulu pernah berjasa kepada kita. Ini pun sama halnya, sekedar mengingatkan, jangan sampai sosok Nabi Muhammad ini terlupakan, karena Beliau lah salah satu penuntun umat muslim, baik di dunia dan di akhirat.
Bagaimana menurut sobat? Haruskah kita memperingati hari Valentine?. Apakah tidak merasa tertipu setelah tahu sejarah Valentine seperti itu?.
Posting Komentar