12 Februari 2011

Sedikit Bercerita Mengenai Masalah di Negeri yang Kocak


Dalam khayalan saya.

Lagi-lagi PFI. Lagi-lagi Mahadiyah. PFI lagi-lagi, Mahadiyah lagi-lagi.  Lagi-lagi kekerasan. Ada apa dengan Negeri ini. Lalu dimana peran Pemerintah dan RPD. RPD bisanya cuma bikin undangan, ups salah, maksud saya undang-undang, menunggu proyek, ada proyek yang kisarannya milyaran baru mereka bikin undang-undang, nih saya kasih 20 Milyar, tolong bikin undang-undang perpajakan supaya perusahaan saya aman. Baru mereka kerjakan, nih ada uang sebesar sekian, tolong bikin undang-undang supaya guru sejahtera, iya lah untuk orang miskin, mana mampu membayar milyaran, untuk makan saja susah, jadi sedikit maklum kalau tidak ada undang-undang yang memihak kepada orang miskin, toh orang miskin gak punya duit untuk membayar undang-undang. Mereka juga sering nongol di TV, berkata manis ini itu, sana sini, harusnya begini harusnya begitu, iya lah mereka gak merasakan langsung apa yang orang miskin rasakan. Pemerintah, yang saya tahu pemerintah kerjanya hanya bikin surat, bikin surat saya juga bisa, surat cinta maksudnya, hehe.  Surat menteri tiga, sekalian saja surat 10 menteri, toh hasilnya sama saja, gak menyelesaikan masalah, yang ada memperkeruh suasana. Yang tegas dong Tuan kalau bikin surat itu, seperti halnya Tuan membuat surat cinta, sudah pasti isinya mengungkapkan perasaan, hehe. Apa lagi si Tuan yang bernama YBS (Yang BerSangkutan) katanya ingin naik gaji, katanya itu juga, kabar yang dibawa dari hembusan angin. Gak tau lah, lebih baik cari makan yang halal buat mengisi perut saya hari ini. Tersadarlah bahwa perut saya kosong, perlu diisi, maka terbangunlah dari khayalan saya.

Tapi tenang saja sobat, cerita di atas hanyalah cerita khayalan saya, cerita di Negeri dongeng milik saya, bagaimana dengan cerita sobat?. Di Negara kita, Indonesia saya tidak tahu, saya tidak memikirkannya, buat apa susah-susah memikirkan Negara, buat makan saja susah.

Saya gak mau disebut mengkritik atau apa lah namanya, toh saya gak tahu kondisi Negara Indonesia bagaimana, saya cuma bercerita dan berkhayal mengenai kondisi di Negeri  dongeng milik saya.

Terus apa hubungannya dalam khayalan di atas mengenai PFI dan Mahadiyah?. Untuk masalah itu saya gak mau ikut campur, saya bukan anggota atau apalah dari keduanya. Saya hanya seorang muslim. Yang saya tahu dalam agama saya wajib meyakini Allah SWT sebagai Tuhan dan Nabi Muhammad sebagai Nabi terakhir. Tapi kalau boleh berbicara sedikit, satu hal yang saya tidak suka dari konflik antara kedua belah pihak tersebut, yaitu kekerasan.

Apalah arti dari coretan saya ini, coretan dari seorang bocah ingusan yang gak ngerti apa-apa. Selamat datang di dunia khayal saya, di Negeri dongeng yang pola dan tingkahnya lucu ini.
Bagaimana dengan sobat?
Posting Komentar