11 April 2011

Aqad atau Perikatan dan Perjanjian (Materi Kuliah Ekonomi Syariah)

‘Aqad adalah bagian dari macam-macam tasharruf, tasharruf yaitu segala yang keluar dari seorang manusia dengan kehendaknya dan syara’ menetapkan haknya.
Tasharruf terbagi dua, yaitu:
a.      Tasharruf fi’li ialah usaha yang dilakukan mausia dengan tenaga dan badannya, selain lidah.
b.      Tasharruf qauli ialah tasharruf yang keluar dari lidah manusia.
Tasharruf qauli dua, yaitu
a.      Tasharruf qauli ‘aqadi ialah sesuatu yang dibentuk dari dua ucapan kedua belah pihak yang saling bertalian.
b.      Tasharruf qauli bukan ‘aqadi ialah merupakan pernyataan pengadaan suatu hak atau mencabut suatu hak, seperti wakaf, talak dan sebagainya.
A.  Pengertian ‘Aqad
Menurut bahasa ‘Aqad mempunyai beberapa arti, antara lain:
1.    Mengikat ,yaitu mengumpulkan dua ujung tali dan mengikat salah satunya dengan yang lain sehingga bersambungan, kemudian keduanya menjadi sebagi pemotong benda.
2.    Sambungan, yaitu sambungan yang memegang kedua ujung itu dan mengikatnya 
3.    Janji
Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa setiap ‘aqdi (persetujuan) mencakup tiga tahap, yaitu:
a.      Perjanjian (‘ahdu)
b.      Persetujuan dua buah perjanjian atau lebih
c.      Perikaan (‘aqda)
Rukun-rukun akad ialah sebagai berikut:
1.    ‘Aqid ialah orang yang berakad.
2.    Ma’qud ‘alaih ialah benda-benda yang diakadkan.
3.    Maudhu’ al’aqd ialah tujuan atau maksud pokok mengadakan akad.
4.    Shighat al’aqd ialah ijab dan qabul
Syarat-syarat terjadinya aka dada dua macam:
a.    Syarat-syarat yang bersifat umum, yaitu syarat-syarat yang wajib sempurna wujudnya dalam berbagai akad
b.    Syarat-syarat yang bersifat khusus, yaitu syarat-syarat yang wujudnya wajib ada dalam sebagian akad.
Macam-macam akad:
    1.    ‘Aqad Munjiz yaitu akad yang dilaksanakan langsung pada waktu selesainya akad.
    2.    ‘Aqad Mu’alaq ialah akad yang di dalam pelaksanaannya terdapat syarat-syarat yang telah ditentukan    
          dalam akad.
    3.  ‘Aqad Mudhaf ialah akad yang di dalam pelaksanaannya terdapat syarat-syarat mengenai 
          menanggulangan pelaksanaan akad, pernyataan yang pelaksanaannya ditangguhkan hingga 
          waktu yang ditentukan.Ilzam ialah pengaruh yang umum bagi setiap akad. Ada juga yang menyatakan bahwa ilzam ialah ketidakmungkinan bagi yang melakukan akad untuk mencabut akadnya secara sepihak tanpa persetujuan pihak yang lain.
Iltizam ialah keharusan mengerjakan sesuatu atau tidak mengerjakan sesuatu untuk kepentingan orang lain.
Posting Komentar