13 April 2011

Riba (Materi Kuliah Ekonomi Syariah)

Menurut bahasa, riba memiliki beberapa pengertian:
1.      Bertambah, karena salah satu perbuatan riba adalah meminta tambahan dari sesuatu yang dihutangkan
2.      Berkembang, berbunga, karena salah satu perbuatan riba adalah membungakan harta uang atau yang lainnya yang dipinjamkan kepada orang lain.
3.      Berlebihan atau menggelembung.
Sementara menurut istilah, yang dimaksud dengan riba menurut Al-Mali ialah “Akad yang terjadi atas penukaran barang tertentu yang tidak diketahui perimbangannya menurut ukuran syara’, ketika berakad atau dengan mengakhirkan tukaran kedua belah pihak atau satu keduanya”.
A.  Sebab-sebab Haramnya Riba
Sebab-sebab riba diharamkan ada banyak alasannya. Berikut sebagiannya:

1.    Karena Allah dan Rasul-Nya melarang atau mengharamkannya. Dibuktikan dalam surat Al-Baqarah:275, Ali Imran:130, An-Nisa:161, AL-Baqarah:276, Al-Baqarah 278 dan beberapa Hadis Nabi.
2.    Karena Riba menghendaki pengambilan harta orang lain dengan tidak ada imbangannya.
3.    Dengan melakukan riba, orang tersebut menjadi malas berusaha yang sah menurut syara’.
4.    Riba menyebabkan putusnya perbuatan baik terhadap sesame manusia dengan cara utang-piutang atau menghilangkan faidah utang piutang sehingga riba lebih cenderung memeras orang miskin daripada menolong orang miskin.

Menurut Ibn al-Jauziyah riba dibagi menjadi dua bagian, riba jail dan riba khafi. Riba jail sama dengan riba nasi’ah dan riba khafi merupakan jalan yang menyampaikan kepada riba jail.
Menurut sebagian ulama riba dibagi menjadi empat macam, yaitu fadli, qardhi, yad dan nasa’. Sebagian ulama lagi membagi riba menjadi tiga, yaitu fadli, nasa dan yad.Jika seseorang menjual benda yang mungkin mendatangkan riba menurut jenisnya, maka disyaratkan:
1.    Sama nilainya (tamasul)
2.    Sama ukurannya menurut syara’.
3.    Sama-sama tunai (taqabuth) di majelis akad
Para ahli ekonomi berpendapat bahwa penyebab utama krisis ekonomi yang berulang kali terjadi disebabkan oleh bunga (riba) yang dibayar sebagai peminjaman modal.
Riba dapat menimbulkan over production. Riba membuat daya beli sebagian masyarakat lemah sehingga persediaan jasa dan barang semakin tertimbun, akibatnya perusahaan macet karena produksinya tidak laku, perusahaan mengurangi tenaga kerja sehingga mengakibatkan pengangguran.
Posting Komentar