20 April 2011

UTS Gagal, Bukan Penghalang

Meskipun UTS kemarin saya anggap gagal, waktu untuk mengejar impian saya bukan berarti harus terhenti juga. Saya anggap gagal, karena gak mampu menyelesaikan ujian tersebut dengan sempurna. Berbeda dengan sobat-sobat saya yang lain, yang mampu menyelasikan ujian tersebut tanpa hambatan. Sempat berpikir mungkin saya memang tidak pantas untuk menjadi seorang guru. Merasa diri ini gak ada manfaatnya. Mungkin anda yang membaca tulisan ini akan berkata, "wah lebay loo kata-katnya". Ya terserahlah apa kata anda. Tapi saya yakin anda pun pernah mengalami hal seperti ini, dimana anda merasa malu, semalu-malunya karena tidak mampu mengerjakan sesuatu dengan sempurna.
Kejadian yang sangat memalukan itu ketika saya harus berdiri di depan kelas dan berlaga seolah-olah menjadi seorang Guru, saya tahu kemampuan saya seperti apa ketika berdiri di depan orang banyak, tetapi terus dipaksakan dan alhasil. Malu lah akhirnya. Namanya juga proses belajar, gak ada orang pintar tanpa belajar, gak ada orang yang mampu tanpa belajar. Tapi kejadian itu menjadi titik awal, saya mampu mengejar impian hidup saya, meskipun tidak menjadi seorang Guru. Dan itu yang akan saya buktikan.
Dalam pikiran saya tersirat, "Saya gak pantas jadi seorang guru, saya yakin gak pantas". Tapi hati berkata lain, "Mungkin guru memang gak pantas bagi saya, tapi dunia ini gak berhenti, dunia terus berputar. Hari esok harus saya lalui, menjadi seorang guru bukan tujuan akhir hidup, tapi itu pilihan. Saya yakin bisa menjadi orang yang lebih bermanfaat meskipun tidak menyandang status Guru, yakin Tuhan maha Adil, setiap orang dibekali kemampuan dan kelebihannya masing-masing, mungkin itulah yang harus saya cari, diluar profesi guru".
Posting Komentar