15 Februari 2013

Sepenggal Cerita KKN Beserta Fotonya : Posdaya Tunjung Wangi

Sudah lama tidak berkunjung ke blog tercinta ini, mau posting foto saja dan jangan protes kalau posting ini tidak penting. 
Maaf kepada teman karena tidak meminta izin, kalaupun kalian tidak mengizinkan, akan tetap aku upload ko. Semata-mata untuk supaya terkenang di blog ini. Semoga bermanfaat, kalau tidakpun silahkan manfaatkan.




Kedua Foto diatas diambil oleh yang memoto, aku gak tau siapa namanya, lupa lagi. Dari kiri ke kanan, ada Slamet, Fachri (saya sendiri) dan Arif. Liat matanya si Arif, sempat terpikir ketika melihat foto ini, dia lagi mabok kali yah. Oh iya, dan si Arif ini ngakunya seorang Juventini (sebutan bagi fans Juventus), padahal aku tau kalau dia itu sebenernya Bobotoh (sebutan para fans Persib), sama halnya dengan aku, tapi pura-pura aja gak tau.


Nah foto yang ini ketika aku berdebat sama ketua kelompok KKN, Nofi namanya, padahal cuma debat soal bagaimana nanti dia pidato di depan, aku bilang "Nof, kalau nanti pidato pakai bahasa Indonesia, jangan bahasa Jepang". Aku bilang begitu karena dia Mahasiswi Bahasa Jepang, takut aja dia jadikan pidato itu ajang prektek dia. Dan si Arif lagi-lagi ada di foto. Aneh...


Nah kalau yang ini jelas para wanita, aku bilang begitu karena mereka gak punya jakun di tenggorokan, mungkin di tempat lain. Wallahualam. Foto ini diambil ketika mau berkunjung ke Posyandu, ituloh tempat anak-anak diboongi, dikasih permen lalu mereka ditimbang. Padahal jelas mereka gak mau ditimbang, buktinya mereka nangis. Oh iya, dari kiri ke kanan, ada Dwi, Rischa, Nurul, Tiarani dan Nofi.


Foto ini diambil iseng aja, kalau gak salah H-1 sebelum puasa, ah dan lagi-lagi ada si Arif.


Nah yang ini siapa? yah, Tiarani nama beliau, waktu KKN dipanggil Tese (Jauh amat yah). Liat ketawanya spontan banget, padahal gak ada yang lucu waktu itu, aneh. Sempat ketika aku di toilet lagi BAB (Buang Air Besar atau kecil?). Dari kejauhan dia teriak "Pai....Seblooookkk", bergegaslah aku pasang celana, berpikir, ko dia bisa tau aku lagi buka celana dan BAB, ah jangan-jangan dia ngintip. Tapi ini rahasia yah, jangan kasih Tahu, kalau Tempe boleh.


Ini diambil gak sengaja kayaknya, masa lagi beginian. Oh iya, para wanita kelompok KKN saya emang suka masak, tapi kalau lagi sahur, mereka paling malas bangun, dan pernah hampir tidak sahur, karena mereka kebluk, apalagi yang pakai kacamata, untung gak pakai kaca spion Wi. Dan diantara wanita yang lain, Nurul lah yang berpengalaman, disebut nya saja Mamih, dia paling sabar saya rasa, padahal belum punya anak, gak tau kalau sekarang.


Ini foto diambil oleh Evan (di postingan selanjutnya dia pasti ada) waktu setelah berkunjung ke rumah sodara nya Slamet, Dia memang waktu kecil pernah tinggal di daerah tempat aku KKN, makannya dia tau tempat-tempat yang alami disini. Diantara para cowok, dialah yang paling pendiam, tapi pemikirannya radikal dan kritis. Namun tetap terkontrol, sempat sih dia marah, namun itu manusiawi. Dia juga pemasok rokok terbesar, hehe.


Foto ini enggak bangetlah, memperlihatkan bagaimana seorang laki-laki berbakti menggantikan peran wanita. Si Gilang namanya, dia kadang autis sama BB nya, tapi kadang juga paling riweuh kalau sudah ngegosip. Dia nyuci piring karena dia dihukum, dia tidur seharian, gak kerja, untung aja bangun, kalau enggak kami seblok (lempar air).


Ini si Dwi, dia kecil tapi tenaga nya gede, aku tau itu ketika dia menggendong galon air, tau kan yah segimana beratnya, eh tapi boong deh. Hehe. Oh iya, kabar terbaru nih, ini fakta loh, gak lama setelah KKN, cenah ini juga dia jadian (pacaran) sama si Arif. Gak nyangka si Arif, ternyata dia selama ini ngemodus (usaha). *koreksi yah Dwi dan Arif kalau salah, tapi akumah yakin da bener :-p


Ah kalau yang ini wajib dikomen, bagus banget fotonya, itunya backgroundnya, bukan orangnya :D *maaf Ibu Ketua, bercanda ko tapi rada serius saeutik haha. Oh iya, Si Nofi pernah nangis, maaf Nof, bukan itu maksudku dulu, hanya sekedar berpendapat (Kejadiannya sengaja gak aku ceritakan). Dan semenjak itu aku tau alasan kenapa lelaki dilahirkan untuk menjadi pemimpin.

Untuk teman yang lainnya yang belum sempat aku singgung, nanti di part berikutnya, disengaja seperti itu alurnya, supaya keliatan kaya di film-film, ada part 1, part 2 dan seterusnya, makannya do'akan aku supaya panjang umur, supaya bisa posting lagi yah.
Siapa aja yang belum disinggung, tenang masih ingat ko, Si Ervan dan Si Rischa. Aku panggil "Si", bukan kasar, tapi kesannya akrab.

Posting Komentar