16 Februari 2013

Sepenggal Cerita KKN Beserta Fotonya : Posdaya Tunjung Wangi Part 2

Seperti janjiku semalam, bukan janji kepadamu tapi janji pada diriku sendiri, aku lanjutkan sepenggal cerita KKN beserta fotonya part 2 ini. 


Nah, inilah si Ervan yang belum aku ceritakan di postingan sebelumnya. Ceritanya di foto ini dia lagi usaha ngibulan anak-anak supaya cepet pulang, berisik katanya. Tapi sebenernya si Evan (panggilan dia) itu baik, aku berani bilang demikian karena diantara teman lainnya yang aku kenal dari FPOK (Salah satu fakultas di UPI), dialah yang paling baik, menurutku. Orangnya santai tapi gak kaya pantai, selalu senyum padahal waktu itu pepsodent mahal, mungkin lagi banyak uang dianya. Pernah bikin anak-anak KKN lainnya kesel, dihari yang keberapa aku lupa, dia disuruh print surat untuk Desa ke Posko sebelah di Desa Batukarut, beuh lamanya padahal cuma print beberapa lembar doang, eh ternyata katanya dia malah pacaran, pacarnya sih seorang cewe, alhamdulillah. Dan hal itu bikin kesel anak-anak KKN lainnya. Oh iya, dia lahir di Purwakarta dari rahim ibunya.


Nah inilah si Ica (panggilan dari Rischa), itu yang ditengah, dia anak teknik, maksudku mahasiswa jurusan teknik, liat aja berotot begitu. Dia asli dari jawa tengah, lupa daerahnya mana, namun sekarang dia tinggal di Bandung, katanya sih di Dago. Dia juga baik, gak berani aku bilang dia jahat, karena kenyataannya begitu. Dialah yang berjasa yang selalu melicin baju anak-anak KKN, khususnya baju cowo, ettt...tapi bukan baju daleman yah. Gak nyangka aja gitu, cewe yang bergelut di teknik, ternyata bisa melicin baju juga, sungguh diluar akalku hal itu.


Kalau foto ini diambil sengaja oleh yang memoto, si Arif kalau gak salah, iyah si Arif. Sengaja aku bergaya seperti itu, disuruh si Arif, biar keren katanya. Dan anehnya, mau aja nurut sama Arif. 


Foto ini menceritakan bagaimana kebersamaan kami disaat kesusahan makanan, waktu itu Mamet (panggilan Slamet) dan si Evan lagi gak ada, gak tau lagi pacaran dimana. Ini diambil sengaja, liat si Gilang itu dirambutnya ada apa. maklum kalau malam dia memang suka seperti itu, mau dimarahin juga percuma, sudah sifat alaminya mungkin. Ah dan lagi-lagi ada si Arif -___-.


Nah kalau ini foto yang paling pertama di KKN, yah pertama masih ingat aku, akhirnya gak ada si Arif, karena emang dia yang memotretnya. Alhamdulillah.


Mungkin ini foto terakhir yang aku upload, ada Evan, Arif, Fachri (aku sendiri) dan Slamet. Si Gilangnya yang ngambil foto ini (kalau gak salah). 

Semoga foto-foto itu bukan hanya sebuah gambar yang tidak bergerak saja, bagiku lebih dari itu. Memang tidak dapat diceritakan semuanya dan dituliskan dengan cukup 1-2 lembar kertas polio yang bergaris, tapi yang pasti semua cerita KKN ada dalam ingatan yang sudah pasti takkan terlupakan. Tidak lama memang, hanya 40 hari, tapi dari 40 hari itu merasakan hangatnya sebuah keluarga kecil, bagaimana tidak, bangun tidur sampai tidur lagi, yang aku temui wajah kalian dan perilaku kalian.
Akhir kata, do'aku bagi kalian wahai teman seperjuangan KKN, semoga kalian tetap dalam lindungan-Nya dan ridha-Nya. Masalah sukses, silahkan kalian tentukkan sendiri jalannya. Semoga jadi kenangan disaat kita Tua nanti. Amin.
Posting Komentar