18 Agustus 2014

Toleransi dan Intoleran

Banyak yang salah mengerti mengenai arti dari "toleransi". Seolah-olah kalau tidak sama itu tidak toleran/intoleran. Apalagi kalau kaitannya mengenai keyakinan.
Satu contoh, ketika keyakinan berbeda, maka dalam hal memandang suatu permasalahanpun pasti akan berbeda, karena dasar, prinsip, dan ajaran yang digunakan dalam memandang permasalahan itu berbeda.
Karena dasar yang digunakan berbeda maka hasilnya pun akan berbeda.
Analogi, si A membuat nasi goreng bahan telur yang digunakan adalah telur ayam. Si B menggunakan telur angsa. Otomatis rasa nasi gorengnya pun berbeda.
Maka ironis, dan alangkah disayangkan, ketika perbedaan itu oleh satu pihak disebut dan mengklaim bahwa yang berbeda dengan dia itu intoleran/toleran.
Contoh praktis, ketika memilih seorang pemimpin. Menurut si A dengan keyakinan 1 bahwa pemimpin itu haruslah mempunyai karakter 1. Dan menurut si B dengan keyakinan 2 bahwa pemimpin itu haruslah mempunyai karakter 2. Maka pada hasilnya pun, pasti akan memilih yang sesuai dengan keyakinannya. (Catatan: A, B, 1, dan 2 hanya perumpamaan).
Namun sayang, kalau si B bilang pada si A itu tidak toleran/intoleran karena tidak sama, dengan berbagai alasan. Begitupun sebaliknya.
Saya kasih tahu, biar tahu, dengan jelas dan singkat.
"Toleransi adalah wadah atau ruang, dimana kita harus saling menghormati karena adanya perbedaan". Bukannya tidak sama dibilang tidak toleran. Ingat, toleransi itu ruang atau wadah. Bahkan teman saya bilang lebih parah, " orang bodoh kalau bilang tidak sama lantas dibilang tidak toleran". Tapi saya tidak menggunakan bahasa itu.
Dalam islam sendiri, keyakinan yang saya anut. Toleransi antar agama sangatlah jelas, terdapat dalam Al-Qur'an suart Al-Kafirun.
Contoh praktis, "saya merayakan Idul Fitri, tolong hormati, jangan mengganggu, saya pun tidak meminta untuk anda ikut merayakan, dan anda pun jangan ikut meski ada yang minta. Anda merayakan hari Raya anda, saya hormati, saya tidak mengganggu, anda pun jangan meminta saya untuk ikut merayakan, dan saya tidak akan ikut meski diminta"
Wallahua'lam,
Terimkasih sudah berkunjung.
Salam para malaikat kepada penghuni surga : Assalamualaikum warrahmatullahi wabbarakaatuh.
Posting Komentar